Selasa, 14 Maret 2017

Pendidikan Pancasila

PENDIDIKAN PANCASILA
Nama   : Roudlotul Maghfiroh
NIM    : 1603036015
Kelas   : MPI 2A

1.      Ayat tentang pesan-pesan Pancasila pada Al-Qur’an juz 15 :
Ø  Sila ke-1 : Ketuhanan Yang Maha Esa
Al-Isra’ ayat 39
ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوۡحَىٰٓ إِلَيۡكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلۡحِكۡمَةِۗ وَلَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلۡقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومٗا مَّدۡحُورًا ٣٩
39. Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)
Al Isra’ ayat 79
وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا ٧٩
79. Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji
Al Isra’ ayat 111
وَقُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي لَمۡ يَتَّخِذۡ وَلَدٗا وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٞ فِي ٱلۡمُلۡكِ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ وَلِيّٞ مِّنَ ٱلذُّلِّۖ وَكَبِّرۡهُ تَكۡبِيرَۢا ١١١
111. Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya
Al Kahfi ayat 14
وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهٗاۖ لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذٗا شَطَطًا ١٤
14. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran"
Al Kahfi ayat 38
لَّٰكِنَّا۠ هُوَ ٱللَّهُ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِرَبِّيٓ أَحَدٗا ٣٨
38. Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku

Ø  Sila ke-2 : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Al-Isra’ ayat 24
وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا ٢٤
24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"
Al-Isra’ ayat 31
وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُمۡ خَشۡيَةَ إِمۡلَٰقٖۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُهُمۡ وَإِيَّاكُمۡۚ إِنَّ قَتۡلَهُمۡ كَانَ خِطۡ‍ٔٗا كَبِيرٗا ٣١
31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar
Al Isra’ ayat 84
قُلۡ كُلّٞ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ سَبِيلٗا ٨٤
84. Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya

Ø  Sila ke-3 : Persatuan Indonesia
Al Isra’ ayat 53
وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ ٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ يَنزَغُ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ كَانَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٗا مُّبِينٗا ٥٣
53. Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia

Ø  Sila ke-4 : Kerakayatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Al-Isra’ ayat 36
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٦
36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
Al Isra’ ayat 77
سُنَّةَ مَن قَدۡ أَرۡسَلۡنَا قَبۡلَكَ مِن رُّسُلِنَاۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحۡوِيلًا ٧٧
77. (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu

Ø  Sila ke-5 : Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia
Al-Isra’ ayat 35
وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ إِذَا كِلۡتُمۡ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلٗا ٣٥
35. Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya
2.      Sejarah singkat perumusan Pancasila diawali dengan tentunya keinginan kuat bangsa Indonesia untuk merdeka. Dan untuk mewujudkan usaha kemerdekaan itu maka dibentuklah organisasi yang akan menunjang kemerdekaan kemerdekaan Indonesia salah satunya BPUPKI (Badan-badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dan didalam sidang BPUPKI yang pertama tepatnya pada bulan April yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat Pancasila mulai dicetuskan. Akhirnya tokoh-tokoh besar Indonesia mulai menuangkan pemikirannya untuk mewujudkan dasar negara Indonesia. Diantaranya, Muh. Yamin tanggal 29 Mei 1945 : 1. Peri kebangsaan; 2. Peri kemanusiaan; 3. Peri ke-Tuhanan; 4. Peri kerakyatan; 5. Kesejahteraan rakyat. Dr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 : 1. Persatuan Indonesia; 2. Kekeluargaan; 3. Keseimbangan lahir dan batin; 4. Musyawarah; 5. Keadilan rakyat. Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945: 1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi, dasar perwakilan, dasar permuwasyawaratan, dasar perwakilan; 4. Kesejahteraan sosial; 5. Ketuhanan. Dengan berbagai proses dan penyempurnaan BPUPKI dibantu dengan panitia Sembilan akhirnya ditetapkan pada tanggal 1 Juni 1945 sebagai kelahiran Pancasila dengan unsur-unsur : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa; 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3. Persatuan Indonesia; 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan; 5. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
           Sila pertama : ketuhanan yang maha esa, mengandung makna bahwa setiap individu harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu esa. Intinya setiap warga Indonesia harus beragama dan berkeyakinan sebagai way of life.  Dengan memiliki keimanan seperti itu diharapkan warga Indonesia bisa menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan dan bisa menjalankan kewajiban lainnya yang tertera pada sila selanjutnya.
Sila kedua : kemanusiaan yang adil dan beradab, mengandung makna bahwa bangsa Indonesia diharapkan bisa menjadi individu yang memiliki jiwa social yang tinggi, adil; bisa menempatkan dan memperlakukan orang dengan semestinya dan memiliki perilaku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Sila ketiga : persatuan Indonesia, mengandung makna bahwa meskipun Indonesia terdiri dari bermacam-macam pulau dan banyak etnis serta terdiri dari beberapa agama yang ada di dalamnya tak menutup kemungkinan untuk menjalin persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan social yang besar. Sesuai dengan asas Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda namun tetap satu jua).
Sila keempat : kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, mengandung makna bahwa negara kita diharapkan dapat dipimpin oleh sosok pemimpin yang hikmat dan memiliki kebijaksanaan yang tinggi dan berbudi pekerti yang luhur.

Sila kelima : keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung makna bahwa diharapkan rakyat Indonesia memperoleh keadilan yang merata dan tepat proporsi bagi setiap warganya.
 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design