Senin, 24 September 2018

Jingga

Kamu indah.
Kala mentari menyorotmu kau nampak anggun.
Menari dalam tiap spektrum warna.
Mengakhiri segala gundah dengan rekah.
Bukan hanya untuk sebuah alunanan tapi sebagai penuntun.

Mengapa kau meragu akan setiap langkah?
Jika jingga saja yakin untuk meneduhkan harimu.
Semburat warna yang eksotis sebelum gulita menjadi pasangan gelap.
Mengaku bahwa ia satu-satunya momen yang mewakili keromantisan.
Menempa hamparan laut.

Senja dan jingga.
Kembar siam yang saling melagukan syahdu.
Tak pernah mengharap temu untuk selamanya.
Hanya sekitar kurang dari 240 menit.
Dalam kurun beriringan, saling menguatkan sebelum akhirnya gelap mengakhiri romansa.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

PHO (Perusak Hubungan Orang)

Zaman sekarang memadu cinta sudah terjadi di berbagai kalangan. Semakin bebas dan semakin fulgar. Bahkan tidak banyak anak remaja sekarang terlibat cinta yang belum waktunya. Salah satunya Sindy, ia adalah seorang siswi kelas 11 di salah satu SMP swasta. Ia memiliki paras cantik bak model professional. Namun sayang perilakunya yang suka merebut kekasih temannya membuatnya memiliki banyak musuh. Terlalu belia untuk memiliki permasalahan semacam ini.
Suatu ketika saat Sindy sedang duduk di depan kelas sambil membalas chat dari seorang cowok yang sedang dekat dengannya, tiba-tiba datang perempuan setahun lebih tua darinya dengan wajah penuh amarah. Tanpa banyak bicara perempuan itu menarik Sindy, membanting HP Sindy, dan menampar wajahnya dengan sangat keras. Kepalanya terbentur tembok yang ada di sampingya. Benturan itu membuatnya pingsan. Ternyata perempuan itu adalah korban dari perbuatan Sindy yang suka merebut pacar temannya.
Setelah kejadian itu Sindy sekarang harus kehilangan ingatannya dan menjalani perawatan selama setahun kedepan. Sebuah pengalaman yang sangat merugikan berbagai pihak. Mengekspresikan kasih sayang adalah hal yang wajar namun ketika kamu melakukannya pada tempat dan waktu yang salah yang hanyalah sebuah permasalahan yang tiada berkunjung.

#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi

Tamparanmu membunuhku mama

Sindy baru masuk kelas 11 SMP. Biasanya ia selalu main di kamar mamanya ketika sedang libur dari semua rutinitasnya. Untuk usianya seharusnya Sindy bermain keluar bersama dengan teman-temannya. Entah menonton film di bioskop, belanja di mall, atau membeli novel di bookstore. Namun keluarga Sindy tidak menigizinkannya keluar menikmati masa remajanya. Karena ia anak semata wayang dan menjadi penerus perusahaan besar, ia dituntut pandai dalam segala bidang pelajaran. Dari pagi sampai malam ia terus diberi bahan pelajaran tanpa henti. 
Hingga suatu ketika guru privatnya mengabarkan bahwa tidak bisa mengisi pembelajaran hari itu, jadi Sindy yang kesepian itu bermain di kamar mamanya seorang diri. Dari mencoba sepatu dan berbagai benda yang ada di kamar mamanya tidak lepas dari jamahan tangannya yang putih itu. Sampai kejadian yang ia takutkan terjadi. Tanpa sengaja Sindy membuat KTP mamanya tertelan kloset kamar mandi. Ia sangat gelisah dan ketakutan. Ketika mamanya pulang kerja, Sindy mengatakan bahwa ia telah menghilangkan KTP mamanya. Mamanya sangat marah dan menampar Sindy dengan keras hingga ia jatuh tersungkur di lantai. Suasana menjadi mencekam. Semua orang membisu. Sindy tak henti-henti menangis.
Sejak kejadian itu Sindy menjadi sangat pendiam dan tidak mau berbicara dengan mamanya. Kamar mamanya yang dulu menjadi tempat bermainnya kini menjadi tempat terlarang untuk dikunjungi baginya. Ia tidak akan melupakan sakitnya tamparan mamanya itu sampai kapanpun.

#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi

Temu

Kamu datang dalam hati, lagi.
Temu yang semu itu menghancurkan diri.
Ingin ku yakinkan bahwa ini adalah hanya ilusi.
Karena diri tak ingin menjumpai.

Setiap gerik tubuhmu.
membiusku dalam sendu.
menjadikanku ragu.
sudikah hati ini menerimamu.

gemulai dawai menguntai.
meyakinkan luka yang lalu belum terobati.
mengucap selamat tinggal berulang kali.
lalu temu itu berakhir pergi.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Memberi itu bahagiamu yang sederhana

Bunga Meninggalkan Wangi Pada yang Menghancurkan
Lusi adalah gadis desa yang sangat disegani setiap warga. Dirinya selalu dekat dengan semua orang. Memberi setiap orang yang ia temui kenal maupun tidak. Lincah, gesit, dan pekerja keras. Warga desanya memiliki nama panggilan khusus untuknya Oci. Imut dan simple julukannya itu. Seimut wajahnya yang ketika senyum terdapat lesung pipitnya.
Suatu hari terdapat gadis muda lainnya yang melakukan hal tak terduga kepada nasi bungkus yang rencanaya akan Oci bagikan kepada setiap orang yang ia temui. Reni, anak petani di desanya yang selalu menaruh iri dengan kecantikan dan kekaguman warga yang hanya padanya. Reni mencampur bubuk sakit perut ke nasi bungkusnya. Saat orang yang menerima nasi bungkus dari Oci memakannya langsung mengeluh sakit perut. Akhirnya Oci mendapat cemoohan dan dihujat oleh semua warga. Hanya karena satu kesalahan yang tidak ia perbuat Oci langsung dilupakan dan dihapus dari ingatan warga.
Sungguh pilu akhir kisah hidup Oci. Ia harus menanggung dosa dari perbuatan yang tidak ia lakukan. Ia memilih pergi dan melupakan setiap luka yang terjadi di desanya. Memang benar jika fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Hidup tapi seperti mayat. Mengerikan! Kini ia memulai hidupnya di desa lain dengan sebatang kara. Ia menerima dan mengikhlaskan apa yang sudah menimpanya.

#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi


Melingkarkan rantai kepada lebah yang memberinya madu
Di pinggir sungai Bengawan Rio duduk santai dengan menikmati sebuah cemilan yang ia beli dalam perjalanan. Sungai yang sudah tidak sebesar dan selebar saat 12 tahun yang lalu saat ia duduk di tempat yang sama bersama almarhum ayahnya, membuatnya merasa prihatin. Namun sungai ini adalah tempat yang sama dan tetap menjadi tempat terfavorit untuk menikmati senja. 
Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara orang tua renta yang meminta makan. Sontak Rio bangkit dari perenungannya dan menghampiri kakek itu dan mengajaknya duduk di sampingnya. Rio menawarkan beberapa roti yang ia punya. Dengan lahap kakek itu memakannya. Namun dengan terburu-buru ia meninggalkan Rio setelah mengucapkan terima kasih kepada Rio. Saat ia kembali ke tempat duduknya ia menjumpai kantong plastik hitam dan alangkah terkejutnya ia mendapati sejumlah emas. Tak berselang lama Rio mendengar teriakan warga yang penuh amarah dan berapi-api. Ketika warga melihat Rio berdiri sambil memegang emas di tangan, sontak warga langsung menarik dan mengarak Rio ke kelurahan.
Rio yang tak tahu menahu berusaha menjelaskan bahwa ia bukan pemilik barang yang ia pegang itu. Namun nahas sekali nasib Rio, siapa yang berbuat siapa yang harus mendekam di sel penjara. Rio hanya bisa meratapi setiap kejadian yang terjadi hari ini. Ia mencoba tenang dan tegar menghadapi dinginnya jeruji besi selama 6 bulan ke depan.

#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi

Hidup di kolong langit itu asyik loh!

Hidup di dunia yang penuh sandiwara. Bukan hal yang baru ketika banyak yang berkeluh kesah menanyakan keadilan. Tapi jika kita mampu menghadirkan nilai dari setiap kejadian maka kita bisa menikmati permainan yang ada di kolong langit ini. Terkadang banyak yang lelah menjadi orang baik lantaran terus merasa terkhianati. Pecundang sekali kalau kamu langsung mundur tanpa syarat dari permainan yang ada ini. Kolong langit itu indah dan menakjubkan. Tergantung bagaimana kamu menangkap setiap sinyal yang tampak. Bukan untuk sebuah pencitraan, tapi hanya sebagai hiburan santai dalam dunia yang mulai sakit ini.
Berjalan dalam jalan yang mulai rapuh. Hiduplah sesukamu. Berjalanlah dengan penuh semangat. Penuh sebuah keyakinan, bahwa hidup ini selalu asyik dan tetap ayik. Cintai apa yang mencintaimu. Lupakan apa yang menyakitimu. Peliharalah hati yang tulus. Yakinlah masih ada angin di dunia ini.
Yakinmu soal kebenaran.
bukan urusan senang atau susah.
hati yang membatu ini sanggupkah menyantai kala tegang melanda.
hiduplah saat kau mati.
matilah saat kau memang punya bekal.
Tuhanmu menjagamu dalam pengawsannya.
jangan menyerah dalam satu permainan.
cukup kamu dan tuhanmu yang tahu bahwa permainan yang kau lalui mengasyikkan.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Jamannya menjatuhkan teman

Pemilu adalah pesta demokrasi yang umum dilaksankan di negara yang sistem pemerintahannya republik. Sebuah pemikiran dan konsep yang indah jika demokrasi dipelajari dalam tumpukan buku karya orang berpengaruh dan berintelektual tinggi. Namun lagi-lagi teori adalah sebuah mimpi yang memaksa menina bobokkan kenyataan. Saya begitu miris dan prihatin dengan kondisi mental bangsa ini. Jika dilihat dari usia, negara kita mungkin masih dikatakan masih "remaja" dalam masalah demokrasi. Baru 73 tahun merdeka dan baru beberapa tahun terakhir menerapkan sistem demokrasi tapi sudah muluk sekali perdebatannya menginginkan pemimpin yang super sempurna. Jika ada kesalahan dalam pelaksanaan sistem demokrasi, orang kita menghujat habis-habisan para panitia. Mencari celah kesalahan antar sesama. Tidak mau berjuang bersama. Hanya mau tahu beres dan semua berjalan sesuai harapan bak negeri dongeng. Saya pernah membaca buku motivasi mengenai kekuatan dari pola pikir seseorang yang mampu merubah dunia. Jepang yang terkenal dengan kisah perjuangannya dari pengeboman yang dilakukan di dua kota besar, yakni Hirosima dan Nagasaki. Saya tak henti-henti berdecak kagum  dan selalu ingin bersama membuka pemikiran bangsa kita untuk berkiblat kepada komitmen dan pemikiran mereka tentang artinya berjuang, terpuruk, dan bangkit. Secara riil negara kita memiliki SDM dan SDA yang jauh lebih banyak dari jepang. Tapi kenapa Jepang bisa bangkit begitu cepat dan mampu menjadi pemilik pasar dunia di berbagai bidang. Ternyata mereka tingkat NFRE (Net Forward Energy Ratio) sangat tinggi. Mereka berhenti saling menyalahkan sesama atas apa yang menimpa mereka. Mereka bekerja sama mencari solusi dan segera bangkit dari keterpurukan, memaksimakan apa yang ada di pikiran mereka. Menciptakan sebuah penemuan-penemuan yang terus diakui oleh dunia. Hebat, satu kata yang selalu terbesit di hati saya. Negara mereka kecil, tapi kekuatan mindset bangsa mereka yang sangat besar. Jika saat ini bom sekutu jatuh di jepang lagi, kemungkinan jepang hanya membutuhkan waktu kurang dari 25 tahun untuk bisa bangkit seperti sedia kala.
Kembali ke bangsa kita. Apa kabar dengan mindset yang sehat itu? Sebenarnya banyak sekali orang indonesia yang bagus dan berkualitas mindset mereka tapi lagi-lagi dengan alasan tidak memperoleh tempat yang layak jadi negara lain yang mengetahuinya mengambil kesempatan dengan dalih pemberian beasiswa. Pemilihan pemimpin kali ini adalah ajang utama bagaimana mindset bangsa sebenarnya. Berhentilah saling menyalahkan, ayo kita memikirkan solusi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Tanamkan dalam penerus bangsa bhawa proses adalah hal yang krusial dalam pembentukan mindset yang sehat dan produktif.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design