Senin, 24 September 2018

Kuncup di Padang Mahsyar

Aku melambaikan tangan kotor ini.
mencari setiap nyawa yang haqiqi.
menghidupi jalanan yang sepi.
sendiri.. Mengapa baru terjadi?
penyesalan ini ku bawa mati.

harusnya aku merekah ketika di alam dunia.
mengapa aku masih menjadi kuncup hingga aku kembali?
begitu beratkah bebanku hingga aku lupa cintaNya?
Ia begitu setia menanti diri.
Tapi aku lupa akan luasnya daratan rahmanNya.

Jangankan untuk meminta Syafaat dari kekasih.
Menyebut namanyapun aku tidak pernah.
sekali pernah terucap lirih.
hanya setela akad nikah.
benar-benar dosa diri sebanyak buih.

kini aku hidup kembali menjadi kuncup di mahsyarNya.
bukan rekahan bunga yang menawan dan wangi aromanya.
hanya kuncup yang tidak mensyukuri nikmatnya.
di dunia yang mengelapkan itu, aku terpedaya.
oh jiwa yang masih terjebak, kembalilah dan merekah indah.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

0 komentar:

Posting Komentar

 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design