Senin, 24 September 2018

Jamannya menjatuhkan teman

Pemilu adalah pesta demokrasi yang umum dilaksankan di negara yang sistem pemerintahannya republik. Sebuah pemikiran dan konsep yang indah jika demokrasi dipelajari dalam tumpukan buku karya orang berpengaruh dan berintelektual tinggi. Namun lagi-lagi teori adalah sebuah mimpi yang memaksa menina bobokkan kenyataan. Saya begitu miris dan prihatin dengan kondisi mental bangsa ini. Jika dilihat dari usia, negara kita mungkin masih dikatakan masih "remaja" dalam masalah demokrasi. Baru 73 tahun merdeka dan baru beberapa tahun terakhir menerapkan sistem demokrasi tapi sudah muluk sekali perdebatannya menginginkan pemimpin yang super sempurna. Jika ada kesalahan dalam pelaksanaan sistem demokrasi, orang kita menghujat habis-habisan para panitia. Mencari celah kesalahan antar sesama. Tidak mau berjuang bersama. Hanya mau tahu beres dan semua berjalan sesuai harapan bak negeri dongeng. Saya pernah membaca buku motivasi mengenai kekuatan dari pola pikir seseorang yang mampu merubah dunia. Jepang yang terkenal dengan kisah perjuangannya dari pengeboman yang dilakukan di dua kota besar, yakni Hirosima dan Nagasaki. Saya tak henti-henti berdecak kagum  dan selalu ingin bersama membuka pemikiran bangsa kita untuk berkiblat kepada komitmen dan pemikiran mereka tentang artinya berjuang, terpuruk, dan bangkit. Secara riil negara kita memiliki SDM dan SDA yang jauh lebih banyak dari jepang. Tapi kenapa Jepang bisa bangkit begitu cepat dan mampu menjadi pemilik pasar dunia di berbagai bidang. Ternyata mereka tingkat NFRE (Net Forward Energy Ratio) sangat tinggi. Mereka berhenti saling menyalahkan sesama atas apa yang menimpa mereka. Mereka bekerja sama mencari solusi dan segera bangkit dari keterpurukan, memaksimakan apa yang ada di pikiran mereka. Menciptakan sebuah penemuan-penemuan yang terus diakui oleh dunia. Hebat, satu kata yang selalu terbesit di hati saya. Negara mereka kecil, tapi kekuatan mindset bangsa mereka yang sangat besar. Jika saat ini bom sekutu jatuh di jepang lagi, kemungkinan jepang hanya membutuhkan waktu kurang dari 25 tahun untuk bisa bangkit seperti sedia kala.
Kembali ke bangsa kita. Apa kabar dengan mindset yang sehat itu? Sebenarnya banyak sekali orang indonesia yang bagus dan berkualitas mindset mereka tapi lagi-lagi dengan alasan tidak memperoleh tempat yang layak jadi negara lain yang mengetahuinya mengambil kesempatan dengan dalih pemberian beasiswa. Pemilihan pemimpin kali ini adalah ajang utama bagaimana mindset bangsa sebenarnya. Berhentilah saling menyalahkan, ayo kita memikirkan solusi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Tanamkan dalam penerus bangsa bhawa proses adalah hal yang krusial dalam pembentukan mindset yang sehat dan produktif.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

0 komentar:

Posting Komentar

 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design