Sindy baru masuk kelas 11 SMP. Biasanya ia selalu main di kamar mamanya ketika sedang libur dari semua rutinitasnya. Untuk usianya seharusnya Sindy bermain keluar bersama dengan teman-temannya. Entah menonton film di bioskop, belanja di mall, atau membeli novel di bookstore. Namun keluarga Sindy tidak menigizinkannya keluar menikmati masa remajanya. Karena ia anak semata wayang dan menjadi penerus perusahaan besar, ia dituntut pandai dalam segala bidang pelajaran. Dari pagi sampai malam ia terus diberi bahan pelajaran tanpa henti.
Hingga suatu ketika guru privatnya mengabarkan bahwa tidak bisa mengisi pembelajaran hari itu, jadi Sindy yang kesepian itu bermain di kamar mamanya seorang diri. Dari mencoba sepatu dan berbagai benda yang ada di kamar mamanya tidak lepas dari jamahan tangannya yang putih itu. Sampai kejadian yang ia takutkan terjadi. Tanpa sengaja Sindy membuat KTP mamanya tertelan kloset kamar mandi. Ia sangat gelisah dan ketakutan. Ketika mamanya pulang kerja, Sindy mengatakan bahwa ia telah menghilangkan KTP mamanya. Mamanya sangat marah dan menampar Sindy dengan keras hingga ia jatuh tersungkur di lantai. Suasana menjadi mencekam. Semua orang membisu. Sindy tak henti-henti menangis.
Sejak kejadian itu Sindy menjadi sangat pendiam dan tidak mau berbicara dengan mamanya. Kamar mamanya yang dulu menjadi tempat bermainnya kini menjadi tempat terlarang untuk dikunjungi baginya. Ia tidak akan melupakan sakitnya tamparan mamanya itu sampai kapanpun.
#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi




0 komentar:
Posting Komentar