Rabu, 19 September 2018

Menulis untuk cinta atau cinta untuk menulis?

sumber foto: https://www.qureta.com/post/pena-dan-kertas


Menulis adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan otak dan emosional penulisnya. Banyak sekali benefit yang diperoleh. Menulis apa saja yang biasa mereka tulis. Menulis pesan untuk yang mereka sayangi misalnya. Setiap kata yang terpampang di layar chat menjadikan maksud hati itu bisa dipahami dengan awam. Tapi tidak semua kata yang disampaikan ditulis dengan kata yang memiliki satu makna. Terkadang terdapat makna tersembunyi yang harus ditafsirkan oleh psangan yang lain sehingga perlu memainkan otak dan perasaan mereka dalam memahami setiap kata yang terpampang. Menulis juga mampu menstabilkan emosi penulis karena setiap kata yang keluar bisa jadi itu semua merupakan refleksi dari semua keluh kesah dan harapan mereka. Menulis sebenarnya sebuah aktifitas kita mengobrol dengan diri sendiri. Ketika sebuah kata tidak pernah mengkhianati kita itu adalah cinta hakiki dimana cinta tidak hadir sebagai luka. Menulis untuk sebuah pembenaran, pengabaran rindu, keadaan, kekecewaan, dan penyebaran ilmu yang kita miliki. Berarti kamu sedang menulis untuk cinta. Karena cinta adalah pemberian dan memberi untuk siapapun tanpa pamrih. Kamu hanya menulis-menulis dan menulis hanya untuk cinta yang ingin kau lepaskan. Aku pernah mendengar orang alim menyampaikan pesannya kepada muridnya, "Tidak akan padam sebuah lilin yang menyalakan lilin yang lain, berapapun banyaknya". Menulislah untuk kebermanfaatan, jangan untuk sebuah kehancuran dan perpecahan. Karena apa yang kamu tanam kelak akan kamu tuai. Namun tidak banyak orang tahu bahwa diri mereka spesial dengan tulisan yang mereka goreskan dalam buku mereka. Mereka memeras habis pikiran dan perasaan mereka untuk sebuah keabadian yang tidak mereka sadari. Ada orang yang berilmu dan beradab berkata, "Aku ingin tetap hidup dalam pikiran semua orang dari semua generasi". Ini menjadi bukti bahwa menulis dapat memperpanjang usia dan kenanganmu bersama semua orang yang kamu cintai. Jika kamu menuliskan sebuah ilmu, setiap orang yang membaca dan mengamalkan apa yang kamu tulis tersebut maka akan menjadi pahala yang akan terus mengalir kepadamu jika kamu telah meninggal. Karena salah satu amalan yang tidak akan pernah terputus apabila seorang muslim itu meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Meskipun kamu tidak bisa menulis seperti penulis yang hebat, memiliki banyak buku yang best seller, buku-bukunya terpampang di rak utama toko-toko buku ternama; teruslah menulis. Menulislah untuk readers setiamu, yaitu kamu dan semua yang setia mendukungmu mereka adalah keluarga dan sahabatmu. Tak mengapa tak menjadi best seller asalakan menjadi best achievment menurut keluarga dan sahabatmu. Mulailah segala sesuatu dari hal yang kecil dan sederhana. Buatlah rak utamamu sendiri. Jangan risau dan jangan miskin percaya diri hanya karena kamu kurang pengalaman. Kamu tidak akan pernah berjalan seperti saat ini jika kamu setelah jatuh pertamamu lantas kamu menangis dan menjadikannya trauma. Do your best. Buat perpustakaanmu sendiri. Cinta untuk menulis itu perlu karena dengan menuis kamu tengah berbicara dengan jiwamu.

Ingatlah Allah menjatuhkanmu sekarang untuk mengangkat derajatmu esok.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

0 komentar:

Posting Komentar

 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design