Selasa, 04 September 2018

Decision maker


Resah.. kata itu yang selalu muncul dalam pikiranku. Ingin bisa melakukan ini dan itu dalam satu waktu. Ragaku cuma satu tapi ambisiku beribu-ribu. Ingin mencapai ini ingin mencapai itu. Tapi staminaku naik turun. Sometimes i feel very good in everything and sometimes i feel very bad. Bukan menjadi maniak dalam hidup yang mau menang sendiri. Hanya ingin membuktikan dan lebih mau memaksimalkan potensi yang dititipkan sang Khaliq atasku. Dengan mencapai titik batasku. Aku yakin Aku masih bisa melompat lebih jauh lagi dari semua ini. Meski tak jarang Aku harus rela mundur selangkah untuk membuat 10 lompatan yang lebih jauh. Bukannya tidak percaya takdir. Aku sangat mempercayainya. Bahkan aku selalu melafalkan kalimat "Allah merahasiakan masa depanku hanya untuk melihat apakah Aku bisa berhusnudzan kepadaNya dan mau menunggu sembari terus berikhtiar menjemputnya." Dan di dalam Alquran pun dijelaskan dengan tegas dan jelas bahwasannya "Janji Allah itu pasti." dan "Sesungguhnya yang ghoib itu milik Allah, tunggulah, sesungguhnya kami bersama orang-orang yang menunggu." Aku haqqul yaqin atas ayat itu. Teatpi selama berprose tidak jarang Aku melalui jalan yang banyak menguras emosi. Drendahkan, dielecehkan, dikambing hitamkan (padahal mereka tahu aku ini manusia bukan kambing, dan ups sepertinya mereka perlu tau bahwa membawa sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya adalah hal yang tidak patut. Btw apa salah kambingnya?), dinilai hanya berdasar omongan, judge without knowing my history. Kecewa ya, rasanya mau mundur dan pulang ke rumah. Tapi tunggu dulu Allah membawamu sejauh ini bukan untuk sebuah kegagalan. Kamu adalah pemimpin atas dirimu. Pembuat keputusan untuk masa depanmu. Terpuruk kembali sebagai pecundang atau terus bertahan dan bangkit walau perlahan dan kembali sebagai pemenang? Itulah "decision maker" pertama yang harus kamu pelajari sebelum kamu menjadi pemimpin dalam scope yang lebih besar. Jika kamu bisa berhasil dalam memimpin dirimu maka kamu bisa dan harus bisa memimpin yang ada di laur kamu nanti. Hidup memang berat, makanya Allah menyediakn waktu khusus di sepertiga malam akhir untuk mendengar semuanya darimu  dan meminta pertolonganNya. Libatkan Allah dalam segala urusanmu semoga Allah selalu memberikan jalan terbaik menurutNya atasmu.
Bunga dandelion terakhir meskipun belum sempat terlepas dari inangnya dan tidak sanggup terbang janganlah menyalahkan keadaan dan mengutuk takdir. Ketahuilah semesta sedang menunggumu di sana dengan sederet rancangan kebahagiaan atas dirimu. berlarilah dan ciptakan kemauan untuk menang dan jemput mimpimu.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

0 komentar:

Posting Komentar

 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design