PENDIDIKAN PANCASILA
Nama : Roudlotul Maghfiroh
NIM :
1603036015
Kelas : MPI 2A
1.
Ayat
tentang pesan-pesan Pancasila pada Al-Qur’an juz 15 :
Ø Sila ke-1 : Ketuhanan Yang Maha Esa
Al-Isra’ ayat 39
ذَٰلِكَ
مِمَّآ أَوۡحَىٰٓ إِلَيۡكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلۡحِكۡمَةِۗ وَلَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ
إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلۡقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومٗا مَّدۡحُورًا ٣٩
39. Itulah sebagian
hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan
yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka
dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)
Al Isra’ ayat 79
وَمِنَ
ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ
مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا ٧٩
79. Dan pada sebahagian
malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji
Al Isra’ ayat 111
وَقُلِ
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي لَمۡ يَتَّخِذۡ وَلَدٗا وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٞ
فِي ٱلۡمُلۡكِ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ وَلِيّٞ مِّنَ ٱلذُّلِّۖ وَكَبِّرۡهُ
تَكۡبِيرَۢا ١١١
111. Dan katakanlah:
"Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai
sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan
agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya
Al Kahfi ayat 14
وَرَبَطۡنَا
عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ
لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهٗاۖ لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذٗا شَطَطًا ١٤
14. Dan Kami meneguhkan
hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami
adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan
selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang
amat jauh dari kebenaran"
Al Kahfi ayat 38
لَّٰكِنَّا۠
هُوَ ٱللَّهُ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِرَبِّيٓ أَحَدٗا ٣٨
38. Tetapi aku (percaya
bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan
Tuhanku
Ø Sila ke-2 : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Al-Isra’ ayat 24
وَٱخۡفِضۡ
لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا
رَبَّيَانِي صَغِيرٗا ٢٤
24. Dan rendahkanlah
dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah
mendidik aku waktu kecil"
Al-Isra’ ayat 31
وَلَا
تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُمۡ خَشۡيَةَ إِمۡلَٰقٖۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُهُمۡ
وَإِيَّاكُمۡۚ إِنَّ قَتۡلَهُمۡ كَانَ خِطۡٔٗا كَبِيرٗا ٣١
31. Dan janganlah kamu
membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki
kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa
yang besar
Al Isra’ ayat 84
قُلۡ
كُلّٞ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ
سَبِيلٗا ٨٤
84. Katakanlah:
"Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka
Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya
Ø Sila ke-3 : Persatuan Indonesia
Al Isra’ ayat 53
وَقُل
لِّعِبَادِي يَقُولُواْ ٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ يَنزَغُ
بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ كَانَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٗا مُّبِينٗا ٥٣
53. Dan katakanlah kepada
hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik
(benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia
Ø Sila ke-4 : Kerakayatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan
dalam permusyawaratan dan perwakilan
Al-Isra’ ayat 36
وَلَا
تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ
كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسُۡٔولٗا ٣٦
36. Dan janganlah kamu
mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya
Al Isra’ ayat 77
سُنَّةَ
مَن قَدۡ أَرۡسَلۡنَا قَبۡلَكَ مِن رُّسُلِنَاۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا
تَحۡوِيلًا ٧٧
77. (Kami menetapkan yang
demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus
sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu
Ø Sila ke-5 : Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia
Al-Isra’ ayat 35
وَأَوۡفُواْ
ٱلۡكَيۡلَ إِذَا كِلۡتُمۡ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِۚ ذَٰلِكَ
خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلٗا ٣٥
35. Dan sempurnakanlah
takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah
yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya
2. Sejarah singkat perumusan Pancasila diawali dengan tentunya
keinginan kuat bangsa Indonesia untuk merdeka. Dan untuk mewujudkan usaha
kemerdekaan itu maka dibentuklah organisasi yang akan menunjang kemerdekaan
kemerdekaan Indonesia salah satunya BPUPKI (Badan-badan Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia). Dan didalam sidang BPUPKI yang pertama tepatnya pada
bulan April yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat Pancasila mulai
dicetuskan. Akhirnya tokoh-tokoh besar Indonesia mulai menuangkan pemikirannya
untuk mewujudkan dasar negara Indonesia. Diantaranya, Muh. Yamin tanggal 29 Mei
1945 : 1. Peri kebangsaan; 2. Peri kemanusiaan; 3. Peri ke-Tuhanan; 4. Peri kerakyatan;
5. Kesejahteraan rakyat. Dr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 : 1. Persatuan Indonesia; 2. Kekeluargaan;
3. Keseimbangan lahir dan batin; 4. Musyawarah; 5. Keadilan rakyat. Ir.
Soekarno tanggal 1 Juni 1945: 1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme
atau peri kemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi, dasar perwakilan, dasar
permuwasyawaratan, dasar perwakilan; 4. Kesejahteraan sosial; 5. Ketuhanan. Dengan
berbagai proses dan penyempurnaan BPUPKI dibantu dengan panitia Sembilan akhirnya
ditetapkan pada tanggal 1 Juni 1945 sebagai kelahiran Pancasila dengan
unsur-unsur : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa; 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia; 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan
dalam permusyawaratan dan perwakilan; 5. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sila pertama : ketuhanan yang maha esa, mengandung makna bahwa
setiap individu harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu esa. Intinya setiap
warga Indonesia harus beragama dan berkeyakinan sebagai way of life. Dengan memiliki keimanan seperti itu
diharapkan warga Indonesia bisa menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan dan
bisa menjalankan kewajiban lainnya yang tertera pada sila selanjutnya.
Sila
kedua : kemanusiaan yang adil dan beradab, mengandung makna bahwa bangsa Indonesia
diharapkan bisa menjadi individu yang memiliki jiwa social yang tinggi, adil;
bisa menempatkan dan memperlakukan orang dengan semestinya dan memiliki
perilaku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Sila
ketiga : persatuan Indonesia, mengandung makna bahwa meskipun Indonesia terdiri
dari bermacam-macam pulau dan banyak etnis serta terdiri dari beberapa agama
yang ada di dalamnya tak menutup kemungkinan untuk menjalin persatuan dan
kesatuan sebagai kekuatan social yang besar. Sesuai dengan asas Bhineka Tunggal
Ika (berbeda-beda namun tetap satu jua).
Sila
keempat : kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan
dan perwakilan, mengandung makna bahwa negara kita diharapkan dapat dipimpin
oleh sosok pemimpin yang hikmat dan memiliki kebijaksanaan yang tinggi dan
berbudi pekerti yang luhur.
Sila
kelima : keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung makna bahwa
diharapkan rakyat Indonesia memperoleh keadilan yang merata dan tepat proporsi
bagi setiap warganya.




0 komentar:
Posting Komentar