Rabu, 31 Mei 2017

Pancasila Benteng Nasionalisme


Pancasila Benteng Nasionalisme
            Isu mengenai gerakan Anti-Pancasila semakin membumbui konflik politik dalam negeri. Tak hanya politik saja, kepribadian bangsa yang menjadi tolak ukur pembentukan Pancasila pun mulai merosot secara drastis. Entah ini murni atas peristiwa pengulangan sejarah atau sudah berkolaborasi dengan kepentingan suatu golongan atau mungkin kepentingan individu yang bertopeng golongan. Miris memang bahwa generasi sekarang kurang berapresiasi atas indahnya lekuk-lekuk sejarah yang telah dilalui oleh para pahlawan kita. Instasi pendidikan kita sangat antusias melaksanakan pembelajaran sejarah, penanaman nilai-nilai pancasila, serta gencar membumikan pancasila, akan tetapi nilai dan harapan yang disandarkan kepada tujuan supaya bangsa kita bisa menjaga, merawat, dan mengamalkan pancasila tidak terserap secara kaffah oleh peserta didik. Di sini terlihat bahwa pendidikan karakter sangat krusial posisinya. Sebagaimana Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak.

            Orang yang berkarakter dan bermoralkan pancasila sudah pasti dan tidak diragukan bahwa ia seimbang antara kecerdasan akal dan akhlaknya. Sebab dalam sila-sila pancasila tersebut jika ditalikan kepada ayat Qur’aniyyah maka tampak syahdunya. “Hubbul wathan minal iman”, maka memelihara dan mengamalkan pancasila juga termasuk wujud cinta tanah air (nasionalisme). Pancasila yang memiliki instrumen sebegitu apiknya mau digoncang oleh orang kemarin sore? Jadi ayolah kita sebagai warga negara indonesia asli mengapa tidak bisa menjaga warisan leluhur. Pancasila adalah identitas bangsa, pancasila benteng nasinalisme.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design