Bunga Meninggalkan Wangi Pada yang Menghancurkan
Lusi adalah gadis desa yang sangat disegani setiap warga. Dirinya selalu dekat dengan semua orang. Memberi setiap orang yang ia temui kenal maupun tidak. Lincah, gesit, dan pekerja keras. Warga desanya memiliki nama panggilan khusus untuknya Oci. Imut dan simple julukannya itu. Seimut wajahnya yang ketika senyum terdapat lesung pipitnya.
Suatu hari terdapat gadis muda lainnya yang melakukan hal tak terduga kepada nasi bungkus yang rencanaya akan Oci bagikan kepada setiap orang yang ia temui. Reni, anak petani di desanya yang selalu menaruh iri dengan kecantikan dan kekaguman warga yang hanya padanya. Reni mencampur bubuk sakit perut ke nasi bungkusnya. Saat orang yang menerima nasi bungkus dari Oci memakannya langsung mengeluh sakit perut. Akhirnya Oci mendapat cemoohan dan dihujat oleh semua warga. Hanya karena satu kesalahan yang tidak ia perbuat Oci langsung dilupakan dan dihapus dari ingatan warga.
Sungguh pilu akhir kisah hidup Oci. Ia harus menanggung dosa dari perbuatan yang tidak ia lakukan. Ia memilih pergi dan melupakan setiap luka yang terjadi di desanya. Memang benar jika fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Hidup tapi seperti mayat. Mengerikan! Kini ia memulai hidupnya di desa lain dengan sebatang kara. Ia menerima dan mengikhlaskan apa yang sudah menimpanya.
#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi
Melingkarkan rantai kepada lebah yang memberinya madu
Di pinggir sungai Bengawan Rio duduk santai dengan menikmati sebuah cemilan yang ia beli dalam perjalanan. Sungai yang sudah tidak sebesar dan selebar saat 12 tahun yang lalu saat ia duduk di tempat yang sama bersama almarhum ayahnya, membuatnya merasa prihatin. Namun sungai ini adalah tempat yang sama dan tetap menjadi tempat terfavorit untuk menikmati senja.
Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara orang tua renta yang meminta makan. Sontak Rio bangkit dari perenungannya dan menghampiri kakek itu dan mengajaknya duduk di sampingnya. Rio menawarkan beberapa roti yang ia punya. Dengan lahap kakek itu memakannya. Namun dengan terburu-buru ia meninggalkan Rio setelah mengucapkan terima kasih kepada Rio. Saat ia kembali ke tempat duduknya ia menjumpai kantong plastik hitam dan alangkah terkejutnya ia mendapati sejumlah emas. Tak berselang lama Rio mendengar teriakan warga yang penuh amarah dan berapi-api. Ketika warga melihat Rio berdiri sambil memegang emas di tangan, sontak warga langsung menarik dan mengarak Rio ke kelurahan.
Rio yang tak tahu menahu berusaha menjelaskan bahwa ia bukan pemilik barang yang ia pegang itu. Namun nahas sekali nasib Rio, siapa yang berbuat siapa yang harus mendekam di sel penjara. Rio hanya bisa meratapi setiap kejadian yang terjadi hari ini. Ia mencoba tenang dan tegar menghadapi dinginnya jeruji besi selama 6 bulan ke depan.
#tantanganodop2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi




0 komentar:
Posting Komentar