Aku mengambang dalam angan. Sebuah khayal tentang masa depan yang masih buram. Menapaki jalan takdir berdua. Terdengar sederhana tapi faktanya aku belum sanggup menapakinya bersamamu. Yang terlihat sekarang aku masih melaluinya sendiri. Hei.. kamu yang masih berjalan sendiri juga, tidakkah kau ingin hadirnya seseorang di jalanmu. Ketika lelah ada yang memberikanmu minum, dan itu tentunya aku. Ketika kamu mengantuk, kita akan mencari tempat istirahat bersama dan tidur berdampingan. Terdengar menyenangkan bukan. Kamu, siapapun kamu aku berimajinasi kita memiliki rumah yang dipenuhi bunga. Kita duduk bersantai di tengah taman. Oh indah sekali ya. Hei kamu yang kelak membaca tulisanku ini ketahuilah "Aku sangat mencintaimu dengan izinNya insyaallah". Kuharap kamu mengerti. Aku wanita, yang setenang-tenangnya aku berdiri di atas godaan pacaran lebih menggoyahkan ketika aku mengetahui satu persatu sahabatku berkumpul dengan kekasihnya dalam ikatan suci. Aku ingin Aku dan Kamu menjadi Kita. Tapi aku lelah memperjuangkanmu. Bukan lelah karenamu tapi lelah karena pernah memperjuangkan ia yang bukan untukku sehingga itu hanya meninggalkan trauma dalam hatiku dan membutakan hatiku akan rasa. Hei kamu memilikimu adalah hal yang selalu aku eluh-eluhkan kepada Tuhanku. Entah kapan aku bisa memilikimu seutuhnya, ya seutuhnya hanya untuk aku saja. Terkesan egois memang. Tapi apakah itu cukup untuk membayar kesepian di masa lalu? Sendiri dan Sepi hal yang ingin aku tepis denganmu. Aku ingin bercerita dan menangis dalam pelukanmu. Mengatakan bahwa menunggu kau datang menjemputku adalah hal yang sangat melelahkan. Aku ingin mendengar kau merayuku dan berterima kasih karena aku mampu menunggumu. Seperti lagu romantis yang sekarang banyak bercerita tentang sebuah penantian. Menulis aksara demi aksara hanya untuk kamu memahami rasa yang tak sanggup aku ungkapkan sekarang. Kamu yang masih 300 meter dariku, aku tak mengenalmu dan kau tahu itu. Ingatlah teratai yang menjadi ratu kecantikan di air pun bisa jatuh karena waktu. Jangan buat aku jatuh dan jatuh ke dasar nestapa karena terlalu lama menunggumu tanpa sebuah kepastian.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6




0 komentar:
Posting Komentar