Sore berkerling mengganti siang. Terik yang semula gagah membakar kini mulai menyelinap bersembunyi. Sebuah akhir perjalanan atau awal perjalanan untuk seorang anak adam? Aku ingat betul bagaimana sore itu, dengan perasaan penuh harap dan harapan yang ku genggam tinggal 2 ribu rupiah untuk kelanjutan hidup saat itu dan seterusnya. Aku berdiri di sebuah kios sembari menanyakan adakah harapan yang bisa ku kais untuk hidupku esok? Hidup membawa takdir yang selalu mengejutkanku tiap detiknya. Dengan sedikit tergesa pemilik kios mengatakan "Iya, di sini memang membutuhkan orang yang mencari harapan sepertimu". Dalam hati kecilku bersahutan memuji dan menyebut Asma' nya yang indah. Alhamdulillah wa Syukrulillah Allahu akbar. Setidaknya nanti ketika maghrib bergema ada rupiah yang bisa ku tukar dengan makanan dan minuman untuk membatalkan Shaumku atasmu ya Rabbii. Risalahmu atas semesta ini begitu indah ya Rab. Tak peduli dosaku sebanyak buih di lautan tapi rahman rahim yang kau limpahkan melebihi luasnya samudra. Aku hanya anai yang terhempas ke sana ke sini. Hanya untuk sebuah tujuan aku memohon tegar dan kuat ya Allah, menjadi seorang hamba yang menemui dengan cinta yang ber tera tera bite. Khusnul Khotimah sebaik gelar yang ingin Kau sandangkan atasku ya Rab.
#Rosemary
29-08-2018 15:58 WIB




0 komentar:
Posting Komentar