Jumat, 14 September 2018

Kamu

Kamu yang ternyata masih kutunggu.
Maukah kamu bertanggung jawab atas rasa itu?
Menunggumu bukan permintaanmu.
Aku tahu.

Bisakah aku menjadi mentari di setiap siangmu?
Menjadi bulan di setiap malammu?
Dan menjadi angin yang bisa menyampaikan rindumu.
Rindu kepada kekasihmu.

Bolehkah aku berteriak?
Berkata dengan lantang bahwa aku tak sanggup mengelak?
Dari setiap kenangan kita yang selalu menyiksa.
Laksana embun yang selalu menemani tiap helai daun di pagi buta.

Aku ingin memelukmu dalam syair yang nyata.
Bukan sekedar rekayasa maupun sebuah replika.
Rasaku kian membara.
Untukmu yang tidak pernah melihat ke arah perempuan biasa.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

2 komentar:

 

Roudlotul Maghfiroh Template by Ipietoon Cute Blog Design